SMK PGRI 1 Tangerang menunjukan taringnya di ajang LKS dan FLS3N SMK tahun 2026

TANGERANG (Smegione) –  Nama SMK PGRI 1 Tangerang (Smegione) bergemuruh hebat di panggungLomba Kompetensi Siswa (LKS) dan Festival Seni dan Sastra Nasional (FLS3N) tingkat Kota Tangerang untuk siswa SMK/MAK yang digelar pada 21 – 23 April 2026 yang lalu . Para siswa Smegione berhasil membuktikan bahwa mereka mampu mendominasi sekolah lain. Jumat (24/4) nama – nama itu diumumkan, Smegione tidak pulang dengan tangan kosong. Sebanyak 8 siswa berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan di kedua kompetisi itu. Smegione pulang membawa yang tidak semua orang bisa bawa yaitu emas, perak, dan perunggu sekaligus diantara  80 peserta LKS dan 91 peserta FLS3N se-Kota Tangerang.

Di ajang LKS, Auliya Salsabila Solikin berhasil melangkah paling jauh meraih Juara 1 di bidang Manajemen Perkantoran. Podium tertinggi ini dicapai bukan karena kebetulan, melainkan akibat pengalaman dan keterampilan yang telah diasah jauh sebelum perlombaan. Tidak berhenti di situ, Devinza Veronika Kurniawan mengangkat nama sekolah dengan memenangkan Juara 3 di bidang Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Serta, Satria Rizky Anugrah membuktikan keterampilannya di bidang IT Network System Administration dan ikut membanggakan nama sekolah dengan memenangkan Juara 3.

Di panggung FLS3N, saatnya seni dan sastra untuk bersinar. Nadira Zakauha dan Rahma Sari Cantika menari dengan penuh perasaan, meraih Juara 2 di kategori Tari Kreasi. Salwa Naisya Salsabila menyusun kata-kata yang menciptakan dunia baru, mendapatkan Juara 2 di Menulis Cerita Pendek. Nur Naillatussa Diyah menunjukkan bahwa puisi lebih dari sekadar kata-kata  ia memenangkan Juara 1 Cipta Puisi. Dewi Saraswati menyampaikan cerita melalui garis dan warna digital, pulang dengan Juara 3 Komik Digital. Dan Carissa Anandhita Putri bercerita melalui jepretan, berhasil  menutup acara dengan Juara 1 Fotografi.

Bagi Auliya Salsabila Solikin, saat itu lebih daripada sekadar menang perasaan bangga yang sulit diungkapkan “Saya kaget sekaligus terharu pas juri menyebutkan nama saya” katanya. Nur Naillatussa Diyah, yang puisinya menjadi yang terbaik di kota, juga merasakan hal yang sama.”Saya terharu dan bangga dengan diri sendiri berada di titik ini” ujarnya dengan mata yang menunjukkan perasaan yang sulit diungkapkan, yaitu: lega dan bangga. Drs. H. Aep Gumiwa, M.M, Kepala SMK PGRI 1 Tangerang juga menunjukkan rasa bangganya. “Kemenangan ini adalah bukti bahwa pembelajaran di SMK PGRI 1 Tangerang sudah baik dan akan terus dikembangkan agar tiap tahun dapat mencetak para pemenang selanjutnya” tuturnya. Smegione membuktikan bahwa prestasi bukan kebetulan ia adalah hasil dari kerja keras yang dimulai jauh sebelum nama-nama itu disebut. Kemenangan ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari babak yang lebih besar. Dan Smegione, jelas, belum selesai.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *