Hari Anak Internasional

Peringatan Hari Anak Internasional yang jatuh pada 20 November, di tingkat global setiap tahun dilakukan suatu gerakan yang diberi nama Outdoor Classroom Day (OCD) atau Sehari Belajar di Luar Kelas (SBLK). Indonesia telah berpartisipasi dalam SBLK sejak 2017.

Pelaksanaan SBLK di Indonesia diintegrasikan ke dalam program Sekolah Ramah Anak (SRA).

Melalui kegiatan SBLK, anak Indonesia yang berada di semua satuan pendidikan dapat merasakan proses belajar yang menyenangkan. Kegiatan ini tetap sebuah proses belajar, namun dilakukan di luar kelas dengan banyak sekali kegiatan yang lebih baik dalam membentuk karakter dan perilaku serta pembiasaan yang positif, bahkan termasuk mendukung kebudayaan dalam bentuk permainan tradisional.

Di SMK PGRI 1 Tangerang, acara dimulai dengan upacara. Pembina upacara adalah bapak Kepala Sekolah, yaitu Drs. H. Aep Gumiwa, MM.

Kemudian dilanjutkan dengan makan pagi bersama yang dilakukan di lapangan. Setelah itu diadakan berbagai permainan tradisional, diikuti seluruh pelajar kelas X, XI, dan XII.

Dalam kegiatan ini, anak melakukan kegiatan fisik yang menyenangkan, salah satunya belajar sportifitas dalam permainan tradisional.

Pelaksanaan SBLK tahun ini lebih semarak dari pada tahun sebelumnya. Ada 10 nilai yang ditanamkan pada setiap murid selama 3 jam tersebut, yaitu pendidikan karakter, kesehatan, iman dan taqwa, gemar membaca, adaptasi perubahan iklim, peduli dan cinta lingkungan, melestarikan budaya, cinta tanah air, sadar bencana, serta mau dan berkomitmen mendukung SRA.

Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pemenuhan hak-hak anak terutama melindungi anak selama berada di sekolah. Keberhasilan SRA mendukung terwujudnya Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) menuju Indonesia Layak Anak (IDOLA) yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030.

About The Author

Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.