USBN Berbasis Komputer 2018

Dari tanggal 19 sampai 26 Maret 2018, SMK PGRI 1 Tangerang menyelenggarakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional atau sering disingkat USBN. Yang membédakan USBN di SMK PGRI 1 Tangerang dengan 127 SMK lain di kota Tangerang adalah média yang digunakan. Mayoritas sekolah masih menggunakan kertas, sedangkan SMK PGRI 1 Tangerang menggunakan komputer berbasis aplikasi Moodle. Sejauh pemantauan kami, hanya ada 2 SMK di kota Tangerang yang menggunakan cara ini, yaitu SMK PGRI 1 Tangerang dan SMK Negeri 1 Tangerang.

Moodle adalah LMS dengan jumlah pengguna terbanyak di Dunia, yaitu 131 juta pengguna yang tersebar di 232 negara. Situs web yang memakai Moodle lebih dari 97 ribu situs web, mulai dari kursus kecil yang pesertanya hanya belasan, sampai univérsitas besar dengan puluhan ribu mahasiswa, misalnya Univérsitas Indonésia, Univérsitas Airlangga dan Universitas Negeri Yogyakarta. Bahkan Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Amérika Serikat pun memakai Moodle. Tidak seperti beberapa aplikasi CBT lain yang hanya mengacak nomor soal, Moodle juga mengacak option tiap soal sehingga makin mempersulit peserta ujian untuk menconték atau bertanya ke peserta di dekatnya.

Security Tetap Nomor Satu

Walau pun USBN di SMK PGRI 1 Tangerang menggunakan komputer yang saling terhubung ke jaringan komputer dan situs webnya pun bisa diaksés dari internét, tapi soal-soal hanya bisa dikerjakan dari 19 kelas dan 2 lab komputer yang telah ditentukan.

Setiap peserta ujian disarankan membawa laptop masing-masing. Yang tidak mempunyai laptop, dipinjami komputer (laptop atau PC) milik sekolah yang ditempatkan di 2 lab komputer. Laptop terhubung ke wifi yang terpasang di tiap kelas sedangkan PC terhubung ke jaringan komputer menggunakan kabel. Di dalam PC atau laptop telah terpasang aplikasi khusus sehingga peserta ujian tidak bisa menjalankan aplikasi lain atau membuka tab browser baru. Bahkan kombinasi tombol seperti Alt + Tab dan Ctrl + Alt + Del pun dimatikan.

Lapisan pengaman ke-3 adalah timing dan password. Peserta ujian hanya bisa mengerjakan soal bila waktunya telah tiba, dan soal ditutup otomatis bila waktunya telah habis. Selain itu, setiap soal pun dipasangi password berbéda, yang hanya disebutkan oléh pengawas sesaat sebelum ujian dimulai.

Komputer, Bukan Handphone

Sengaja SMK PGRI 1 Tangerang tidak mengizinkan penggunaan handphone sebagai sarana mengerjakan soal ujian, karena dikhawatirkan peserta ujian bisa me-minimize aplikasi USBN lalu siswa browsing ke Google menggunakan pakét data atau chatting di WhatsApp. Lagi pula layar HP terlalu kecil yang membuat pengawas ujian kesulitan memantau apa yang sedang dilihat oléh peserta ujian.

Total peserta ujian sekitar 362 orang, serentak mengerjakan soal di waktu yang sama. Inilah salah satu yang membédakan SMK “Smart and Cyber School” PGRI 1 Tangerang dengan sekolah-sekolah lain. Kami akan terus berinovasi agar selalu menjadi yang terbaik di kota Tangerang. Bahkan di provinsi Banten dan skala lebih besar yaitu Nasional.

Untuk diketahui, USBN tahun ini menjadi syarat kelulusan siswa, sedangkan UN tidak lagi menjadi syarat utama kelulusan, sehingga ditekankan kepada seluruh siswa agar tidak meremehkan USBN. Belum lagi, USBN tahun ini meliputi semua mata pelajaran dan nantinya tidak ada lagi Ujian Akhir Sekolah (UAS).

Tags:

About The Author

Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2019/2020Klik di Sini
+